Bahaya Air dan Minyak dalam Lingkungan Kerja

Ruang meeting itu jadi gak asik, semuanya angkat bicara dengan dalil kebebasan berpendapat. Andai satu aja orang bijak nyempung di dalam, maka pasti ruangan itu menyenangkan. Sayangnya isi ruangan itu cuman karyawan baru, karyawan tetap dan karyawan senior.

Tempat itu serasa ruang sidang dengan si terduga dungu seperti duduk di kursi pesakitan, sementara orang sok hebat siap-siap jadi hakim. Begitu terus sampai hari kiamat, gak pernah ada solusi, yang ada hanyalah kerjaan yang menggulung semakin besar.

Harusnya meeting itu menjadi tempat koordinasi, menyatukan persepsi dan menyamakan vibrasi, sehingga semua target bisa disikat sesuai rencana dan tentunya jadi lebih mudah karena dilakukan bersama-sama.

Setidaknya itu yang saya rasakan kurang lebih hampir 5 tahun berperan menjadi karyawan swasta. Kerja dibawah tekanan target yang gak masuk akal membuat semua karyawan jadi gila. Puncak dari itu semua membuat saya sampai di ujung persimpangan, i’m finally out off, resign is the best way.

Coba kamu ingat-ingat lagi bagaimana lingkungan kerjamu bisa menghambat karirmu, rekan kerja yang gak solutip malah menambah beban kerjaan. Belum di kalkulasi lagi ama kelakuan si Bos.

Memang benar kata teman saya yang selalu jadi pesakitan saat meeting. “Tuhan tidak pernah memberi cobaan diluar kemampuan hambanya, tapi Bos, selalu memberi tekanan diluar batas gaji karyawannya”.

Pada dasarnya lingkungan kerja itu hanya terdiri dari 3 elemen manusia saja. Karyawan baru yang masih butuh arahan, karyawan tetap yang mengarahkan dan karyawan senior yang mengayomi, terkadang karyawan senior ini punya jabatan, biasanya jadi bos.

Sayangnya elemen tersebut tidak berjalan pada relnya masing-masing, semua elemen menafsirkan perannya sesuka jidat mereka sendiri. Akhirnya gak bisa nyatu bak air dan minyak.

Pernah saya punya rekan kerja, karyawan baru, karena gak diarahkan bertingkah jadi sok-sokan, menganggap bahwa karyawan senior itu caranya dah basi. Out of date.

Satu lagi teman saya, sesama karyawan tetap, wuih santainya kayak di pantai. Zona nyaman. Dia pernah ngomong klo perusahaan mau pecat dia silahkan aja, bayar pesangon.

Trus karyawan senior bagaimana? Duh, ngomongnya sejarah banget, dulu saya begini, dulu saya bikin begitu. Padahal nyatanya sekarang dia gak bisa apa-apa.

Kawan, sekarang coba cek posisi kamu ada dimana? Kamu termasuk karyawan yang mana? Jadi air apa minyak? Intinya sama aja, gak bakalan bisa nyatu.

Keadaan ini yang membuat akhirnya setiap karyawan hanya punya satu cerita. Cerita sama yang selalu berulang-ulang.

karyawan baru bercerita tentang hari esok, karyawan tetap bercerita tentang hari ini, dan karyawan senior bercerita tentang hari kemarin. Andai masing-masing karyawan sadar dan mau berbagi cerita. Pekerjaan itu jadi begitu mudah.

Menarik Lainnya

Tinggalkan komentar