Ingat!, Klo Ngisi Webinar, Jangan Lupa Perkenalkan Status Anda

Sejak seminar bermetamorfosis secara radikal ke webinar, banyak pemateri lupa memperkenalkan statusnya, Padahal ini sangat fundamental.

Membuka sesi webinar dengan penegasan kedudukan status akan mempengaruhi perilaku dan kehidupan Anda. Dunia & akhirat.

Bagi yang masih jomblo, silahkan jujur, katakan sampai saat ini belum ditemukan oleh orang yang pas.

Bagi yang sudah menikah, gak usah genit mengaku lajang. Kasihan pasangan Anda sudah menerima Anda apa adanya.

Yang sudah pisah, bebas mau mengaku apa, Anda lebih berpengalaman.

Tradisi perkenalan status ini sudah ada sejak zaman seminar, sejak zaman saya kuliah dulu sampai saya beranak dua pematerinya pasti lakukan hal itu diawal.

Benar kan ya? Apalagi klo pematerinya wanita, pasti shaf pria ramenya gak jelas.

Sejak corona intensitas saya mengikuti webinar melonjak drastis, baik sebagai peserta ataupun pemateri -> cuman 2 kali.

Tapi, nyaris tidak ada satupun pemateri yang menjelaskan statusnya diawal. Kebanyakan malah disibukan dengan tes mic dan cek jaringan.

Emang apa hubungannya status sampai bawa-bawa kehidupan dunia dan akhirat.

Gini, mari kita simulasikan saja webinar via zoom ya.

Peserta webinar ada cowok, cewek, pak-bapak,bu-ibu dan beberapa lansia milenial.

Porsi pemateri biasanya framenya lebih besar ketimbang peserta yang disajikan pada layar.

Jika Anda jomblo, barangkali ada cewek yang tertetes hatinya melihat performa Anda di webinar.

Frame yang ukurannya cuman cover setengah badan itu menunjang Anda tampil lebih misterius lagi bagi si cewek yang hatinya tertetes tadi.

Bisa jadi, webinar ini cara tuhan buat menyatukan dua insan yang sabar dalam penantian.

Sudah banyak kok orang yang nikah karena ketemu di dunia maya, sejak orang mulai kenal miRC dan Friendster.

Bagaimana yang sudah menikah?

Nah ini justru sangat top urgent.

Bukan cuman mengingatkan ke peserta bahwa pintu harapan sudah ditutup. Tapi sekalian membentengi Anda dari follow up after webinar end.

Kembali ke tampilan layar pada zoom. Tampilan yang tidak full body pada zoom itu dapat mengaktifkan imajinasi.

Otak anda akan mencoba merangkai pencitraan yang tidak sempurna tadi menjadi gambaran utuh dan luas pada imajinasinya.

Ingat, bayangan imajinasi itu lebih cepat dari gerak manusia, sehingga Anda pun tidak akan bisa memprediksi apa yang akan terjadi setelah webinar. Efek dari imajinasi tadi.

Plis, kita sedang berbicara imajinasi secara luas. Bukan sesempit celana skinny jins.

So, penegasan status di awal jangan sampai anda lupakan. Jangan sampai rusaknya amal segudang karena webinar sejam.

Eh sampe lupa, gimana dengan yang udah pisah? Bebas. Anda lebih senior.

Menarik Lainnya

Tinggalkan komentar